Skip to contentHakikat BooksHakikat Books
Sirah

Nabiku Tercinta

Prof. Dr. Ramazan Ayvallı720 pages

Dalam sejarah terdapat suatu masa yang disebut 'Zaman Jahiliyah' . Pada masa ini, di Jazirah Arab, manusia menyembah berhala, terus-menerus minum khamr, dan berjudi. Yang kuat dianggap benar, wanita diperjualbelikan layaknya barang dagangan, dan bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Bukan hanya Jazirah Arab, tetapi seluruh dunia terbenam dalam kegelapan. Asia, Afrika, dan Eropa pun tidak berbeda keadaannya. Tentu saja, meskipun sedikit jumlahnya, ada manusia berakal sehat yang merasa terganggu dan tidak senang dengan keadaan ini, mereka berdoa kepada Allah Yang Maha Esa dan memohon agar masa kegelapan ini segera berakhir. Allah Ta'ala yang Maha Penyayang kepada manusia, sebagaimana telah mengutus banyak nabi kepada umat manusia di berbagai zaman dan wilayah geografis yang berbeda-beda, juga menugaskan Nabi terakhir dan Rasul, yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, sebagai nabi terakhir untuk menerangi kegelapan ini.

Nabiku Tercinta — Prof. Dr. Ramazan Ayvallı

Nabiku Tercinta 

Sallallahu Alaihi Wa’Sallam

Suatu hari Jabir bin Abdullah, seorang Sahabat Nabi, bertanya: "Wahai Rasulullah! Apa yang pertama kali diciptakan Allah sebelum semua makhluk?" Beliau menjawab: "Sebelum menciptakan yang lain, terlebih dahulu Allah menciptakan cahaya nabimu. Saat itu belum ada lauh mahfuz, pena, malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, bintang, jin, maupun manusia"

Books

Nabiku Tercinta
Sirah

Nabiku Tercinta

Dalam sejarah terdapat suatu masa yang disebut 'Zaman Jahiliyah' . Pada masa ini, di Jazirah Arab, manusia menyembah berhala, terus-menerus minum khamr, dan berjudi. Yang kuat dianggap benar, wanita diperjualbelikan layaknya barang dagangan, dan bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Bukan hanya Jazirah Arab, tetapi seluruh dunia terbenam dalam kegelapan. Asia, Afrika, dan Eropa pun tidak berbeda keadaannya. Tentu saja, meskipun sedikit jumlahnya, ada manusia berakal sehat yang merasa terganggu dan tidak senang dengan keadaan ini, mereka berdoa kepada Allah Yang Maha Esa dan memohon agar masa kegelapan ini segera berakhir. Allah Ta'ala yang Maha Penyayang kepada manusia, sebagaimana telah mengutus banyak nabi kepada umat manusia di berbagai zaman dan wilayah geografis yang berbeda-beda, juga menugaskan Nabi terakhir dan Rasul, yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, sebagai nabi terakhir untuk menerangi kegelapan ini.

Miftahul Jannah
Fikih

Miftahul Jannah

Judul asli dari kitab, Buku Kecil Jalan Menuju Surga, yang sedang kami persembahkan saat ini, adalah Miftâh al-Janna, yang berarti Kunci Pintu Menuju Surga. Kitab ini ditulis oleh Muhammad bin Quthb al-Dîn al-Iznikî rahimahu-llâhu ta'âlâ, yang wafat di Edirne pada tahun hijriah 885 [1480 M]. Ulama Islam yang sangat dalam ilmunya, Sayyid 'Abd al-Hakîm Efendi rahimahu-llâhu ta'âlâ (1281 H [1865 M], Bashkal'a, Van – 1362 H [1943 M], Ankara, Turki) menyatakan: 'Pengarang kitab yang berjudul Miftâh al-Janna dikatakan merupakan seorang pribadi yang saleh. Akan berguna untuk membacanya.' Oleh karena itu, kami telah menerbitkan kitab ini. Penjelasan-penjelasan di sana-sini dalam kitab yang telah ditambahkan dalam tanda kurung adalah kutipan-kutipan yang dipinjam dari kitab-kitab lain. Sama sekali bukan merupakan ekspresi dari pandangan pribadi dan komentar-komentar. Semoga Allâhu ta'âlâ melindungi kita semua dari perpecahan dan perselisihan, yang merupakan akibat yang tak terhindarkan dari jatuh ke dalam jerat-jerat yang disiapkan oleh musuh-musuh Islam yang mengintai dan para sekutu mereka yang curang, sesat, lâ-madhhabî, dan berpikiran reformis di bawah nama-nama Muslim, beberapa di antaranya menyamar sebagai kaum agama! Semoga Dia menyatukan kita semua dalam Madh-hab Ahl as-Sunnat, satu-satunya cara mengikuti dan menyesuaikan diri kita dengan Nabi kesayangan-Nya sall-Allâhu ta'âlâ 'alaihi wa sallam! Semoga Dia memberkahi kita semua dengan cara hidup di mana kita saling mencintai dan saling membantu! Âmîn.

Mengapa Mereka Menjadi Muslim
Perbandingan

Mengapa Mereka Menjadi Muslim

Kitab Mengapa Mereka Menjadi Muslim terdiri dari 3 bagian. Bagian I adalah kitab tentang Islam dan Kekristenan. Diberikan informasi tentang Para Nabi, kitab-kitab, agama-agama (Yahudi, Kristen, dan Islam), dijelaskan syarat-syarat menjadi seorang Muslim yang sejati, dikemukakan kata-kata mereka yang penuh kekaguman terhadap Islam dan diceritakan kehidupan 42 orang yang merupakan anggota agama lain namun memilih masuk Islam. Bagian II adalah kitab tentang Al-Qur'an al-Karîm dan Taurat serta Injil pada zaman sekarang. Diberikan informasi tentang Taurat dan Injil pada zaman sekarang, dijelaskan kesalahan-kesalahan dalam Alkitab; dijelaskan secara ilmiah bahwa Al-Qur'an al-Karîm adalah kitab yang terakhir dan tidak dapat berubah. Selain itu, dijelaskan pula keajaiban-keajaiban, keutamaan-keutamaan, praktik-praktik moral dan kebiasaan-kebiasaan Nabi Muhammad 'alayhissalâm. Bagian III adalah kitab tentang Islam dan Agama-agama Lain. Dijelaskan bahwa Islam bukan agama kebiadaban, bahwa seorang Muslim yang sejati bukanlah orang yang bodoh, bahwa tidak dapat ada filosofi dalam Islam, disertai dengan penjelasan-penjelasan tentang agama-agama primitif dan agama-agama samawi.

Itsbat An-Nubuwwa
Kalam

Itsbat An-Nubuwwa

Kitab ini terdiri dari tiga bagian: Bagian Pertama, (Bukti Kenabian). Ditulis oleh Imam al-Rabbani Ahmad al-Faruqi al-Sarhindi semoga rahasia beliau disucikan, di mana beliau menjelaskan makna kenabian dan membuktikan kenabian Muhammad Saw. Demikian pula beliau menjelaskan penjelasan yang komprehensif bahwa Al-Qur'an al-'Azim adalah firman Allah Rabb al-'Âlamîn. Kitab ini telah diterbitkan oleh penerbit kami setelah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Turki, Inggris, dan Perancis. Bagian Kedua, (Al-Daulah al-Makkiyyah/Negara Makkah) ditulis oleh Mawlana Ahmad Raza Barelwi, salah seorang ulama dari India, di mana penulis menyebutkan mu'jizat-mu'jizat Rasul Saw dan tingkatan ilmu-ilmunya. Bagian Ketiga adalah sebuah risalah (epistel) di mana disebutkan bahwa komunisme adalah musuh agama dan untuk kesatuan nasional.

Iman Dan Islam
Akidah

Iman Dan Islam

Karya ini, Keyakinan dan Islam, pada awalnya ditulis dalam bahasa Persia dengan judul I'tiqâd-nâma oleh Hadrât Mawlânâ Khâlid al-Baghdâdî, seorang ulama Islam yang mendalam dan seorang ahli dalam ma'ârif tasawwuf. Hâji Faydullah Effendi dari Kemah, seorang khalîfa dari walî besar Mavlânâ Mahmûd Sâhib, saudara dari pengarang, menerjemahkan kitab ini ke dalam bahasa Turki dan menamakannya Farâid al-Fawâid yang dicetak di Istanbul pada tahun 1312 H [1894 M]. Toko buku kami menerjemahkannya kembali dari naskah Persia asli ke dalam bahasa Turki dan, dengan penambahan beberapa penjelasan dan tiga bab, menerbitkannya dengan judul Imân ve Islâm pada tahun 1966. Versi-versi Jerman, Perancis, dan Arab juga diterbitkan oleh toko buku kami. Kitab ini menjelaskan lima fundamentals (dasar-dasar) Islam, enam fundamentals (dasar-dasar) îmân, dan informasi kontemporer tentang masalah tersebut, serta membantah mereka yang menentang Islam dan mereka yang lâ-madhhabî.

Surat Al-Anbiya (21/107)

Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh semesta alam.